Home > Event > Trial Game >

Laga Super Berat di Seri Pamungkas

  • Laga Super Berat di Seri Pamungkas

Intensitas hujan yang tinggi beberapa hari terakhir juga tak luput membahasahi Kota Purwadadi. Akibatnya, Lapangan Kuripan, lokasi yang dipilih sebagai arena pertarungan kroser-kroser terbaik Tanah Air pada babak final Trial Game 2017, (17-18/11), menjadi tak karuan. Becek, berlumpur dan sangat licin menjadi tantangan super berat di laga pamungkas!

Duel pun sampai sempat dihentikan jelang tengah malam usai pimpinan perlombaan, Jim Sudaryanto bersama para Rider yang sebelumnya sudah dikumpulkan untuk mencapai kesepakatan. “Ya, terkait dengan ijin-ijin kita dengan pihak kepolisian dan warga sekitar, karena sudah mendekati tengah malam, akhirnya kita sepakati bersama pertandingan yang masih menyisakan 1 heat yaitu kelas FFA kita hentikan dan akan dilanjutkan esok hari,” terang Jim Sudaryanto. “Kondisi lintasan memang sangat berat untuk dilalui. Ini mengakibatkan catatan waktu yang diperoleh para pebalap jadi molor semua. Disini biasanya 2-3 menit saja untuk 1 heat atau 2 putaran, untuk kali ini bisa mencapai 8 bahkan ada yang sampai 10 menit,” lanjutnya.

Pada kejuaraan, di hari pertama tersebut, kelas FFA sementara masih dikuasai oleh pebalap yang sudah mengunci gelar juara Trial Game 2017, Aris Setyo, dengan 02:50,827, disusul M Arjun Wicaksana dengan catatan waktu 02:51,659 kemudian di posisi ke-3 oleh Rider muda yang mulai matang penampilannya, Rizky Aji Safado dengan 03:03,979. Untuk campuran open yang sudah bertanding 2 heat, kembali Aris merangkum hasil absolut dengan total waktu 05:26,435 dibayang-bayangi M. Arjun dan Asep Lukman dengan torehan waktu 05:33,207 serta 05:33,242. Pada kelas minimoto, kejutan terjadi, dimana si Badak Terbang Cahyo Utomo menjadi yang tercepat sementara dengan rangkaian waktu 03:08,567. Posisinya dikuntit M. Arjun dengan 03:11,174 dan Denny Orlando di urutan ke-3 dengan 03:22,357.

 

Sedang untuk kelas campuran non seeded dan kelas matic yang merupakan supporting class, nama pebalap muda berbakat, M Zulmi dari Kediri, memimimpin di heat pertama dengan raihan waktu tercepat 03:03,461. Berikutnya di posisi ke-2 oleh kroser tuan rumah Addin Nugroho dengan 03:05,051 dan Slamet Bius asal Jombang dengan 03:15,335. Pada kelas matic, Addin kembali mendominasi dengan 03:36,177 disusul Arpin dengan 04:21,157 dan Mbah Lurah dengan 04:32,505.