Home > Event > Gymkhana/Slalom >

Berpasir dan Sempit Bikin Sulit

GT Radial Champiro SX2 Indonesia Night City Slalom 2014 Seri-3 (Semarang)

  • GT Radial Champiro SX2 Indonesia Night City Slalom 2014 Seri-3 (Semarang)

Setelah 2 kali melahap trek atau lintasan yang panjang, lebar dan dengan kondisi aspal yang halus pada 2 putaran awal, (20/9), kemarin, 129 starter seri ke-3 gelaran GT Radial Champiro SX2 Indonesia Night City Slalom (INCS) 2014 dihadapkan dengan lintasan yang sempit serta berpasir di Sirkuit Tawang Mas, PRPP, Semarang.

      Laju kendaraan tak terkontrol akibat licinnya lintasan menjadi pemandangan yang sering dijumpai, alih-alih gaspol, mobil yang dibesut peslalom malah semakin tak terkendali. "Ini menjadi tantangan tersendiri, harus jitu meracik strategi dan perhitungan di Sirkuit ini jika tidak ingin membuat kesalahan," ujar Alinka Hardianti dari Toyota Tim Indonesia. Yup, hadirnya seri ke-3 kemarin di Semarang dengan trek sempit serta sedikit berpasir menjadi lebih bervariatif di INCS 2014, setelah seri perdana di GOR Satria Purwokerto dan Malang para peslalom dimanjakan dengan dengan lintasan yang ciamik.

      Pada kejuaraan, Raditya Putra Awangga dari tim Jangkar Miring Surabaya hampir saja sapu bersih gelar juara, andai saja tak melakukan kesalahan di kelas front wheel drive (FWD) modifikasi. Di kelas ini, peslalom senior James Sanger yang mengibarkan bendera Nos Fajar Trans (NFT) Makassar berhasil menjadi yang tercepat, mengungguli rekan satu tim nya, Ilham Muslim dan peslalom dari andalan SMN, Rizky TJ. Angga, sapaan akrab Raditya PA, sendiri mampu nangkring di podium teratas di 2 kelas bergengsi lainnya yaitu kelas FWD FFA dan FWD Standar. "Semoga dengan hasil yang baik di Semarang ini semakin memotivasi saya di 2 seri berikutnya," ucap Angga. Sementara di bagian rear wheel drive (RWD), Dwi Cahyo dari Banyumas Slalom Team menyudahi perlawanan rival-rivalnya, Indra Satya (Garut Ngesot) serta Ricky Herdiana (HTJRT) yang masing-masing menempati posisi runner up dan ketiga.

      Dengan hasil tersebut, Raditya PA tetap kokoh memuncaki klasemen sementara sampai dengan seri ke-3 kelas FWD Standar dengan 51 poin, disusul Anjasara Wahyu (36 poin) dan Miko Mahaputra (18 poin). Di kelas FWD modifikasi, meski gagal di kelas ini, Raditya PA masih berada di posisi teratas dengan 41 poin, unggul tipis dengan pesaing terdekatnya, James Sanger (38 poin) dan Ilham Muslim (18 poin). Sedang di bagian FWD FFA serta RWD, James Sanger masih memimpin dengan 41 poin pada FWD FFA dan Lucky Hadi di RWD dengan 46 opoin.