Home > Event > Adventure Offroad >

Trek Tricky Kejutkan Offroader

  • Trek Tricky Kejutkan Offroader

Kejuaraan Nasional Super Adventure Offroad Team-Individual 2018 Putaran 2 baru saja dirampungkan di Sirkuit Bali Parahita, Pangyangan, Pekutatatan-Jembrana, Bali, (25-26/8). Setelah melahap karakter lintasan cadas nan ektrim di putaran perdana beberapa waktu lalu di Tuban, Jatim, kemarin, Offroader dikejutkan dengan suguhan trek yang tricky alias penuh jebakan.

“Di putaran kedua ini sangat berbeda dengan seri pertama Tuban. Lintasan ini tergolong cukup komplit, mulai dari tanjakan, turunan tajam, lintasan dengan kemiringan 45 derajat, berbatu, tanah serta sebagian ada juga lintasan berair. Jika tidak berhati-hati para offroader akan mengalami kesulitan,” urai Tjahyadi Gunawan dari Genta Auto & Sport selaku penyelenggara. Setali tiga uang dengan yang disampaikan Wahyu Lamban Jatmiko, Offroader papan atas Indonesia yang membela panji-panji CBM-Restustart Melia Laundry Yogjakarta. Menurutnya penyajian lintasan cukup luar biasa dan sangat digemari oleh para Offroader. “Luar biasa istimewa, untuk trek seri ke-2 ini. Sangat lengkap dan butuh kejelian untuk menaklukkannya,” ucap Wahyu yang sempat klontang di salah satu Special Stage (SS). Senada pula yang dilontarkan Sumardji, Offroader senior yang juga Manajer Tim Bhayangkara FC, tim sepakbola Indonesia. “Salah lebih memilih sirkuit di Bali ini, meskipun mendapatkan hasil yang kurang memuaskan. Semoga tahun depan kejurnas offroad bisa kembali lagi kesini tahun depan,” ujar Sumardji.

Yup, trek tricky di Bali Parahita sempat menyulitkan beberapa Offroader unggulan seperti Wahyu Lamban, Sumardji, sang juara putaran perdana, Andi Baihaqi serta Syamsir Alam, Offroader kawakan yang sudah 9 tahun absen mengikuti kompetisi adventure offroad. Bahkan nama-nama beken di atas sempat jemur gardan atau terjungkal ketika mencoba menaklukkan lintasan. 

Sementara, untuk hasil putaran ke-2 Bali, pada kelas perorangan G1, Ardani/Hafid menjadi yang terbaik dengan mengumpulkan total 385 poin hasil dari 8 SS yang dipertandingkan. Untuk G2, pasangan Offroader Denda Cipta/Theo berhak atas podium utama dengan torehan total 385 poin. Sedang untuk kelas G3 atau disebut sebagai grup neraka, dijuarai oleh Ridha Giwangkara/Pandu. Offroader asal Bogor itu mengumpulkan total 358 poin, unggul jauh atas peringkat ke-2 Aldhy Aldrial/Hadek yang mengemas 315 poin dan Nurcahyo/Atok 314 poin sebagai peringkat ke-3. Pada G4 dengan spesifikasi kendaraan Free For All (FFA), Offroader tuan rumah, Dex Ray/Dex Tung tak terbendung lajunya. Poin 374 mengalahkan Wahyu Lamban/Udin dan Andi Baihaqi/Cak Kus yang memperoleh 358 dan 348 poin.

Sedang untuk kejuaraan nasional tim, CBM-Restustart Melia Laundry tampil sempurna sekaligus berhak atas poin tertinggi kejurnas tim Upper. Tim yang diperkuat Wahyu Lamban, Ridha Giwangkara dan Dion itu mengukuhkan dominasinya dengan merebut 6 kali fastest dari 8 SS dan mengumpulkan total 786 poin. Peringkat ke-2 ditempati Galena Logistic dengan Offroader Jaka Permana, Dr Jack serta Dex Ray dan posisi ke-3 direbut Grage Donkas Jos. Di kejurnas tim under, Sewangi Cocoa 1 DIY yang mengumpulkan total 780 poin berhak atas podium utama mengungguli Tim 7 Ali 740 poin serta Sendang 4X4 dengan 700 poin.