Khesena Rajai Sirkuit Merapi
Last Updated on Wednesday, 22 May 2013 04:27 Written by Rinto Wicaksono Sunday, 19 May 2013 11:44
Masuknya Aziz Yurianto menjadi salah satu kunci sukses Tim Khesena Offroad Bogor menguasai Sirkuit Museum Merapi, Kaliurang, Yogjakarta, pada lanjutan seri 2 Kejurnas Djarum Super Real Adventure Offroad (DSRAO), (18-19/5), kemarin.
Ridha Giwanggara, pentolan Khesena Offroad menuturkan selain faktor masuknya punggawa baru (Aziz), kesuksesan timnya merengkuh gelar juara adalah kerjasama tim yang makin padu. “Koordinasi, kekompakan dan kerjasama tim sangat mutlak dibutuhkan pada kejuaraan tim seperti ini. Selain itu, kebetulan sekali mobil-mobil yang kita gunakan baru semua, jadi makin semangat ngegasnya,” terang Ridha.
Hasil kurang memuaskan malah diraih tim tuan rumah, Melia Loundry Sencaki Yogjakarta. Alih-alih tampil sempurna bermodalkan semangat karena tampil di kandang sendiri, Melia Sencaki Offroad Yogjakarta malah gagal. Wahyu Lamban dan kawan-kawan bahkan terlempar dari posisi 3 besar kejuaraan seri, setelah posisi puncak direbut tim Khesena Bogor diikuti Galunggung Offroad Tasikmalaya sebagai runner up serta Jhonlin Racing Team Offroad Batulicin, Kalsel, di posisi ke-3. Fen Saparita, pemilik Tim Melia Sencaki Offroad mengatakan jika beban yang dipikul pasukannya terlalu berat sehingga memengaruhi penampilannya. “Tuntutan dan tekanan untuk mempertahankan gelar juara sangat besar karena kita bertanding di rumah sendiri (Yogjakarta), nah, karena beban berat itulah penampilan anak-anak jadi kurang maksimal,” terang pengusaha laundry terbesar di Kota Gudeg tersebut. Selain itu, percaya diri yang berlebihan adalah salah satu faktor yang mengakibatkan Melia Sencaki gagal menuai sukses.
Kejuaraan nasional offroad dengan format tim kemarin yang digelar di sirkuit yang hanya berjarak 8 km dari Gunung Merapi itu diikuti oleh 32 tim yang datang dari Kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya, Batulicin, Banjarmasin dan sebagainya. Sementara tuan rumah Yogjakarta menurunkan 8 tim offroad serta dan peserta dari Jateng masing-masing datang dari Semarang, Pati dan Surakarta.
Semantara itu di kelas perorangan yang tidak masuk dalam kejuaraan nasional, Offroader senior asal DKI Jakarta yang memperkuat tim Jhonlin Offroad Batulicin, Yuma Wiranatakusuma yang berpasangan dengan co-driver Asep mampu menjadi yang tercepat di kelas under 2500cc, diikuti pasangan Wendy M/Cecep Hendra dari Galunggung Tasikmalaya serta Imam S/Dono dari tim Teje Offroad Yogjakarta. Sedang pada kelas upper 2501cc, podium teratas direbut pasangan Offroader dari Batulicin Kalsel, Hendry Dunant/Dani diikuti Vincent/Hidir dari tim Senggugu Dezer Sumatera Selatan dan posisi ketiga diraih Ridha Aditya dari Khesena Bogor. Pada kelas wanita yang diikuti 6 Offroader, Mariachi Gunawan menjadi yang paling cepat menyingkirkan rival-rivalnya.
Assistant Brand Manager Djarum Super, Edward kurniadi mengapresiasi terselenggaranya Kejurnas DSRAO di Yogjakarta. Menurutnya antusias penonton dan Offroader lokal sangat luar biasa. “Tujuan Djarum menyelenggarakan event offroad salah satunya adalah mencari bibit-bibit baru offroader. Mudah-mudahan tahun depan kejurnas DSRAO bisa kembali lagi ke Yogjakarta,” ucap Edu, sapaan akrabnya. DSRAO 2013 ini total mempertandingkan 5 seri. Seri ketiga rencananya akan digelar pada 1-2 Juni mendatang di Semarang, diikuti 2 seri lagi yang akan diselenggarakan di Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Download Link: http://www.mediafire.com/?7f253m18uoonp
Merapi Membara Lagi
Written by Rinto Wicaksono Wednesday, 15 May 2013 04:20
Sudah biasa jika Kawasan Musium Merapi, Jalan Kaliurang, Yogjakarta, penuh dengan kendaraan-kendaraan Jip atau sejenisnya, karena sejak Gunung Merapi meletus beberapa tahun silam, daerah ini dijadikan sebagai objek wisata dengan daya tarik mobil-mobil offroad lengkap dengan trek atau lintasan berbukit. Tapi (18-19/5), besok, akan sangat istimewa, pasalnya puluhan kendaraan khas offroad plus offroader-offroader terbaik akan saling berkompetisi di ajang Kejurnas Djarum Super Real Adventure Offroad (DSRAO) 2013 putaran ke-2.
Merapi membara lagi! Ya, kali ini datang lewat persaingan tim-tim offroad yang datang dari segala penjuru Tanah Air. Sebut saja Grage Zebra Offroad (Jatim), Khesena Offroad (Bogor), Galunggung Offroad (Tasikmalaya), SBM Offroad (Banjarmasin), Jhonlin Racing Team Offroad (Batulicin) serta masih banyak lagi yang lainnya, akan mengepung dominasi juara seri 1 lalu yang sekaligus tuan rumah J-Melia Sencaki Offroad Yogjakarta. Selain sengit, seri-2 nanti juga dipastikan bakal dipenuhi peserta asal Kota Gudeg. Seperti diketahui, Yogjakarta adalah gudangnya Offroader-offroader mumpuni. Faktor lain, kali terakhir Yogja menghelat kejuaraan offroad berskala nasional adalah 12 tahun yang lalu, hal ini tentunya memantik semangat offroader-offroader tuan rumah untuk bersaing.
Beberapa perubahan komposisi tim sepertinya juga menambah aroma persaingan untuk berebut posisi puncak, Henry Dunant yang sebelumnya menjadi punggawa andalan Alpindo Sukabumi resmi dipinang Jhonlin Racing Team Offroad Batulicin. Tentunya formasi Yuma Wiranatakusuma, Samsudin atau yang akrab disapa Haji Sam beserta Hendry Dunant akan menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan. Kita tunggu saja pertarungan mereka menaklukkan sirkuit terjal Lembah Merapi dengan lintasan tanah basah, bukit terjal lengkap dengan riak sungai-sungai kecilnya.
Tiga Putaran 3 Juara
Last Updated on Monday, 13 May 2013 15:20 Written by Rinto Wicaksono Monday, 13 May 2013 06:31
Gerbong sportainment yakni perpaduan olahraga otomotif lengkap dengan entertainment bertajuk Djarum 76 Trial Game 2013 Fire Dome memang masih bergulir 3 seri, namun bara persaingan kroser-kroser terbaik Tanah Air ini sudah mulai memanas. Putaran ke-3 Djarum 76 Trial Game, yang dihelat di Sirkuit Stadion Batoro Katong, Ponorogo, Jawa Timur (10-11/5), giliran Denny Orlando yang menjadi kampiun.
Ini berarti dari tiga seri yang sudah berlangsung memunculkan 3 juara seri yang berbeda setelah Aris Setyo memenangi seri I di Malang dan Ivan Harry menyabet gelar di seri berikutnya Bojonegoro. Dengan kembalinya Denny Orlando memenangi putaran 3, membuktikan jika mantan juara nasional motokros itu belum ‘habis’ dan berarti peta persaingan Djarum 76 Trial Game kembali memanas. “Tahun ini persaingan memang lebih merata, bagaimanapun kemampuan rekan-rekan kroser yang lain pasti lebih meningkat, jadi harus tetap fokus pada tiap seri,” ujar Denny Orlando usai victory lap. Denny memenangi seri 3 setelah unggul di 2 kelas yakni Free For All (FFA) dan kelas campuran open, sedangkan rival terdekat Denny, M Arjun Wicaksana hanya lebih cepat di kelas minimoto.
Sementara dari 3 putaran Djarum 76 Trial Game, Sirkuit Batoro Katong, Ponorogo merupakan yang paling ideal untuk perhelatan akbar ini. Selain luas, panjang sirkuit ini juga sangat menunjang yakni 900 m hingga 1 km untuk 2 kali putaran. “Tanah disini juga relatif lebih lunak serta debu yang tidak terlalu tebal, sehingga tidak mengganggu pandangan dan konsentrasi pembalap,” ucap Jim Sudaryanto dari Genta Auto Sport yang juga bertindak sebagai pimpinan perlombaan.
Moncernya kondisi trek ternyata juga memantik minat kroser-kroser lokal untuk menguji kemampuan balapnya. Tak kurang dari 40-an pembalap tuan rumah unjuk kebolehan di depan ribuan yang memadati stadion kebanggaan masyarakat kota yang terkenal dengan seni budaya tradisional Reog nya tersebut. “Untuk peserta lokal, Ponorogo ini yang paling banyak diantara 2 seri sebelumnya yaitu Malang dan Bojonegoro, kemampuan mereka juga tidak kalah jauh dibanding kroser-kroser nasional yang lain,” tandas Jim.
Link untuk hasil: http://www.mediafire.com/?a64hwd5pv17ob


















